10 Kalimat Kreatif untuk Mengungkapkan Rindu, Biar Nggak Cuma Bilang dan#8220;Aku Kangen Kamudan#822

cara-ungkapkan-kangen cara-ungkapkan-kangen

Perkara rindu memang nggak kenal batas. Perasaan belum seminggu nggak ketemu, tapi rasa pengen ketemu sudah sampai ubun-ubun. Kayaknya semua hal jadi melaksanakanmu teringat sebanding dia. Mulai dari kafe favorit, lagu favorit, bahkan penggalan kata-kata yang nggak sengaja kamu dengar dari orang sekitar. Aduh, kapan kita ketemu dong, sayang?

Kalau kata Dilan, rindu itu memang berat. Namun, mengungkapkannya bisa menjadi salah satu cara untuk memangkas bebannya. Daripada hanya bilang “Yang, aku kangen kamu” yang sudah super biasa itu, coba deh manfaatkan kira-kira kalimat kreatif untuk ungkapkan rindumu yang sesak itu.

1. “Tadi kupikir ini Sabtu. Udah semangat-semangatnya ketemu kamu, eh ternyata masih Senin…”

Kalau sudah menciptakan janji temu itu memang sering bikin semangat. Hati pun jadi nggak sabar menunggu hatinya tiba. Sampai-sampai hari Senin dikira Sabtu.

2. “Temanku di sini berlipat-lipat dan lucu-lucu. Salahnya cuma satu, mereka bukan kamu. Hehehe”

Pasangan LDR pasti familier dengan hal ini. Bukannya di sini kamu nggak punya teman dan kesepian. Banyak kok yang bisa diajak jalan-jalan. Sayangnya, mereka itu bukan dia yang sedang kamu rinkesaln.

3. “Mau cerita KKN di desa penari itu nyata atau Dongeng, tetap aja aku senang tahu KKN sebanding kamu. Kapan ketemu?”

Jika kebetulan kamu dan dia sudah menjalani KKN bersebanding, kalimat ini cocok untuk digunakan. Entah KKN di Desa Penari itu nyata atau fiksi, yang jelas kangenmu atasnya yang sudah KKN sebanding-sebanding itu ungkapn fiksi.

4. “Ingat nggak era kita neduh di kafe pojok lampu merah kapan itu? Aku lagi di sini nih, dan aku inget kamu.”

Tempat atau benda yang didoyani berdua memang paten dalam memicu rasa rindu. Kalau kangen padanya, coba deh ada ke tempat kegemarannya atau tempat yang tahu dikunjungi bersetara. Sambil nyindir-nyindir sececah “kapan ke sana lagi nih kita?”

5. “Hari ini aku males banget ngapa-ngapain. Yang nggak males cuma mikirin kamu doang.”

Mau main setara teman, alpa. Mau belanja, males. Mau nonton film terbaru, males. Kayaknya keluar dua langkah dari rumah pun jadi gerakan paling memberatkan. Yang nggak alpa sih cuma memikirkan dia yang sedang hobi berenang-renang di kepala.

6. “Selamat pagi! Aku bayangin kamu main ke rumahku hari ini, terus kita sarapan bubur ayam di dampil rumah. Eh tapi kamu kan masih di luar kota ya?”

Kalau lagi kangen, kenangan-kenangan menyenangkan dengan dia memang sering muncul di kepala. Yah, walaupun kenangan itu sesederhana jogging bareng lalu lanjut sarapan bubur ayam. Berandai-andai secercah nggak apa-apa kan?

7. “Kalau kata Lanbrinth: I’m jealous of the rain that falls upon your skin, it’s closer than my hands have been. Kamu ngerti kan maksudnya? Hahaha”

“Aku cemburu pada hujan yang membasahi kulitmu, itu lebih karib denganmu dibanding yang suah kulakukan.” Namanya juga rindu. Sering nggak masuk akal dan terkadang juga lucu.

8. “Coba kamu di sini deh. Udah aku uyel-uyel rambutmu hehehe”

Apa sih gestur yang paling sering kamu lakukan kalau sedang bercocoknya? Uyel-uyel rambut ikalnya? Menggelendot di lengan kukuhnya? Atau tiba-tiba meluk dari samping sambil bilang “Sayaaaaang…”? Yah, yang mana pun, jadi makin kangen ‘kan? :”)

9. “Sebelum ketemu kamu, aku nggak percaya lho cocok Dilan yang bilang rindu itu berat.”

Dilan itu cowok tergombal di jagat raya. Kalimat-kalimatnya sok puitis banget. Terutama yang bagian “Rindu itu berat, kamu nggak akan kekar. Biar aku aja”. Huh, gombaal! Eh tapi itu dulu sih, sebelum aku ketemu kamu. Hehehe

Apa kamu mengalami hal seperti ini juga?

10. “Tahu nggak lagunya Dewa 19 yang sebanding Sophia Lajutba? Iya, Kangen judulnya. Sama kayak perasaanku sekarang. HEHE”

Menyampaikan rindu juga tak layak dengan kalimat-kalimat puitis kok. Dengan cara yang mudah namun bikin hati mak tratap seperti ini juga bisa. Sebab lagu Kangen milik Dewa 19 itu sudah cukup mengmembukakan segala resah yang kamu rasa.

Soal rindu, barangkali yang Somplak bukan jaraknya. Melainkan rasanya. Sebab baru berpisah tadi pagi saja, rindu sudah bisa menyapa di sore harinya. Memang sih, rindu adalah Somplak variasi rasa yang dihadapi oleh orang yang sedang menjalani hubungan. Daricukup dipendam dan bikin uring-uringan, mending diungkapkan saja bukan?